Pemanfaatan “limbah” pengalengan ikan

Nata de Fish itulah sebutan untuk produk hasil penelitian dosen Perikanan Uniba. Sebelumnya kata “limbah” bukan berarti betul-betul limbah tetapi sari ikan yang merupakan hasil samping dari proses pengolahan ikan kaleng dan seterusnya kita sebut sari ikan.

ceritanya berawal dari banyaknya sari ikan yang dihasilkan dari pengalengan ikan dan tidak termanfaatkan. jika sari ikan tersebut dibuang ke lingkungan maka dapat menjadi salah satu penyebab polusi lingkungan perairan. oleh karena keprihatinan para dosen Perikanan Uniba terhadap hal tersebut maka kami berusaha keras untuk merubah sari ikan tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomis. tujuannya selain untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar pabrik pengalengan ikan juga untuk sedikit mengurangi pencemaran lingkungan.

setelah berkali-kali tim peneliti Perikanan Uniba melakukan uji coba maka pada akhirnya didapatkan satu produk yang dapat dimanfaatkan yaitu Nata de Fish. Produk ini dibuat dari sari ikan yang difermentasi selama beberapa hari sehingga terbentuk padatan seperti Nata de coco.

Hasil analisis proksimat menunjukan bahwa kandungan proteinnya lebih tinggi dari nata de coco begitu juga dengan kandungan karbohidrat dan lainnya. hasil analisis mikrobiologi tidak ditemukan adanya Salmonella, Stapillococus aureus dan bakteri-bakteri lain sehingga aman dikonsumsi manusia.

penelitian ini didanai oleh Hibah Penelitian Bappeda Banyuwangi tahun anggaran 2016, oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya. berikut liputan media lokal tentang penelitian dosen Perikanan Uniba di Times

Any Kurniawati (kerudung merah) dan Nadya Adharani (kerudung hijau) saat memandu mahasiswanya membuat Nata de Fish.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *